Beranda > Marketing News, Office News > Katanya Properti sewa London paling mahal

Katanya Properti sewa London paling mahal



Properti sewa London paling mahal. (Foto: Google)
LONDON merupakan pasar sewa perkantoran paling mahal di dunia. Namun, sekaligus sebagai tempat terbaik di Eropa untuk investasi properti. Hal itu merupakan sebuah survei yang disusun oleh PricewaterhouseCoopers (PwC) LLP.

Menurunnya nilai poundsterling dan skala harga yang relatif murah membuat London berhasil mengalahkan Munich. Dalam dua tahun terakhir harga kantor di pusat Kota London mengalami penurunan hingga 50 persen, atau lebih besar dari kebanyakan kotakota Eropa lainnya. Nilai uang di Inggris juga telah menjadi lebih menarik bagi investor luar negeri. Karena nilai poundsterling mengalami depresiasi selama 25 persen terhadap perdagangan.

Menurut data Properti Investment Ltd (IPD), pada 2009 nilai properti kantor di London mengalami kenaikan 4,4 persen. “Yang terburuk mungkin sudah berakhir dan batasan bawah telah tercapai untuk London,” kata Kepala PwC Real Estate, John Forbes, pada presentasi di London.

IPD memperkirakan pada semester kedua tahun lalu, penjualan kantor di pusat kota London sampai 6 miliar poundsterling (USD13,5 miliar). Kondisi itu sudah lebih dari dua kali lipat dari enam bulan sebelumnya. Pada November lalu, Layanan Pensiun Nasional Korea Selatan menghabiskan 1,04 miliar poundsterling untuk memperoleh kantor besar di Canary Wharf dan dua bangunan lainnya.

Menurut DTZ Holdings Plc, nilai sewa berhenti jatuh pada kuartal terakhir di West End. Hal itu memungkinkan London mendapatkan kembali statusnya sebagai tempat penyewaan lokasi termahal di dunia untuk ruang kantor.

Tahun lalu biaya sewa berkisar USD 21.420, ditambah biaya lain dan pajak serta memberikan ruang bagi satu pekerja di West End. Bulan lalu, Land Securities Group Plc dan Great Portland Estates Plc mengumumkan bahwa mereka akan memulai pekerjaan konstruksi pada enam proyek baru di West End. Keduanya mengantisipasi kemungkinan terjadinya kekurangan ruang kantor akan mengangkat harga sewa.

Untuk dua tahun berturut-turut, Dublin menawarkan prospek yang terburuk bagi investor baru. Survei menunjukkan Moskow dan Spanyol di Barcelona dan Madrid juga dihindari karena dianggap sebagai pasar berisiko. Munchen dan Hamburg dinilai terbaik untuk menawarkan kembali bangunan yang sudah dimiliki. Ini terlepas dari kembali bermunculannya berbagai industri dan meningkatnya tingkat ekspor di Jerman setelah perdagangan dunia pulih. Keduanya mengikuti Istambul sebagai tempat terbaik untuk memulai proyek-proyek pembangunan.

Paris berada pada peringkat ketiga pada prospek investasi yang sudah ada. Satu tempat lebih tinggi daripada London karena mengandalkan perusahaan jasa keuangan untuk penyewa ruang kantor. Properti Eropa dapat mencapai tingkat kapitalisasi (pendapatan sewa tahunan sebagai proporsi dari harga bangunan atau nilai) yang mulai membaik pada 2010.

Seluruh Eropa, tengah memperhatikan tentang permintaan penyewa dan memudarnya pengaruh pandangan mengenai prospek pembangunan. Itu karena kerapuhan yang dirasakan pemulihan ekonomi Eropa dan skala pinjaman real estate.

(Koran SI/Koran SI/tty)

(OKEZONE.COM, Kamis, 4 Februari 2010)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: