Beranda > Office News > Ciputra: “Lho Uang Dibawa ke Indonesia, Kok Kita Takut?”

Ciputra: “Lho Uang Dibawa ke Indonesia, Kok Kita Takut?”

Pendiri Real Estate Indonesia dan pendiri perusahaan properti terkemuka, Ir Ciputra angkat bicara soal aturan kepemilikan asing di Indonesia, yang dinilainya tidak mendorong orang berinvestasi dalam bisnis properti. Bagaimana pendapat Ciputra soal rencana revisi aturan kepemilikan asing? Berikut petikan wawancara khusus Robert Adhi Ksp dari Kompas.com dengan Ciputra.

Saat ini sejumlah pengembang berharap aturan soal kepemilikan asing direvisi. Menurut Pak Ci, apa manfaat bagi Indonesia jika aturan ini direvisi?
Itu memang benar. Saya setuju sekali. Kita kota metropolitan, tapi belum kota properti. Kalau Singapura, Hongkong, ibu kota negara yang maju, semua sudah kota properti. Kita belum. Karena apa? Karena properti belum menjadi lokomotif pembangunan kota tersebut. GNP akibat properti di Indonesia masih di bawah 10 persen. Kalau kota properti sudah di atas 30 persen. Ekonomi di-drive oleh properti. Properti sudah menjadi lokomotif pembangunan kota tersebut.

Nah, apa sebab? Karena kita membatasi diri, peraturan kita tidak ada mendorong, tidak ada insentif untuk orang berinvestasi dalam bidang properti atau membeli properti. Sedangkan di Singapura dan di luar negeri, peraturan demikian, sehingga menarik.

Yang saya sedih, orang Indonesia membeli properti di Singapura. Properti di Singapura sebagian besar dibeli orang asing, dan orang asing yang paling besar membeli properti di Singapura adalah orang Indonesia. Nah kita tidak. Ini kan lucu. Malaysia juga begitu, Manila, Hongkong, kita tidak. Jadi kita ini mengeluarkan uang untuk mereka.

Kita penuh dengan ketakutan. Oh, jangan sampai orang asing menguasai kita. Lho uang dibawa kemari, kok kita takut. Jadi oleh karena itu saya setuju sekali aturan harus diubah. Dimana kita membela kepentingan bangsa, kepentingan nasional supaya kita jangan dikuasai. Tetapi kita juga harus berpikir enterpreneurship. Bagaimana peraturan itu menguntung kita. Jangan berdasarkan ketakutan. Sekarang zaman ekonomi. Kebangkitan bangsa sudah abad yang lalu. Sekarang sudah abad ekonomi. (Robert Adhi Ksp)

[Kompas.com]

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: