Beranda > Office News > Suku Bunga Turun, Waspadai NPL KPR

Suku Bunga Turun, Waspadai NPL KPR

Jakarta, Kompas – Seiring kecenderungan menurunnya suku bunga, perbankan harus mewaspadai peningkatan kredit bermasalah sektor perumahan.

Penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) diperkirakan bakal meningkat pesat tahun ini seiring membaiknya perekonomian dan daya beli masyarakat. Seiring peningkatan KPR, perbankan harus mewaspadai potensi peningkatan kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) KPR. Selama tahun 2009, terjadi kecenderungan kenaikan NPL KPR.

Berdasarkan data Bank Indonesia, NPL KPR untuk rumah tipe 70 ke atas mencapai 2,37 persen, naik dibandingkan dengan akhir tahun 2008 yang sebesar 2,13 persen. Adapun NPL KPR tipe 70 ke bawah cenderung tetap, yakni sebesar 2,9 persen.

Faktor yang paling memengaruhi lonjakan permintaan KPR adalah tren penurunan bunga KPR. Sejak pertengahan 2009, tren penurunan bunga KPR terus berlangsung,

Bank-bank penyalur KPR secara konsisten menurunkan bunga KPR. BTN, misalnya, akan menurunkan kembali bunga KPR mulai tanggal 1 April 2010 sebesar 0,5 persen.

Pada 1 Maret 2010, BTN juga menurunkan suku bunga kredit rata-rata 0,5-1 persen. Selama tahun 2009, BTN lima kali menurunkan suku bunga kredit.

Dengan demikian, bunga KPR outstanding BTN menjadi 14,5 persen dan bunga KPR untuk nasabah baru 10,75 persen.

”BTN menurunkan lagi tingkat suku bunga kreditnya, khususnya kredit outstanding untuk produk KPR nonsubsidi, kredit pemilikan apartemen, dan beberapa kredit komersial lainnya,” kata Dirut BTN Iqbal Latanro di Jakarta, Jumat (19/3).

Iqbal Latanro menambahkan, penurunan suku bunga kredit dilakukan BTN seiring membaiknya kondisi makro perekonomian nasional. Dengan demikian, diharapkan BTN dapat bersaing dengan bank yang lainnya.

”BTN juga berharap penurunan suku bunga ini dapat mendorong pasar perumahan agar semakin kondusif,” katanya.

Sementara itu, General Manager Kredit Konsumen BNI Diah Sulianto mengatakan, bunga KPR BNI untuk nasabah baru sebesar 10,5 persen. Untuk beberapa event, BNI berani menawarkan bunga KPR hingga 6 persen. ”Kami menargetkan KPR mencapai Rp 10 triliun pada akhir 2010,” katanya.

Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa meminta perbankan jangan menghentikan penyaluran kredit rumah susun sederhana milik bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan di bawah Rp 4,5 juta per bulan.

Sejak Januari 2010, perbankan menghentikan kredit rumah susun bersubsidi karena tidak ada kepastian pencairan dana subsidi dari pemerintah. Dari pengajuan subsidi tahun 2009 sebanyak 3.385 unit, hingga Januari 2010 realisasinya baru 62 unit. (FAJ/LKT)

[kompas.com]

  1. Oktober 3, 2013 pukul 10:20 AM

    Hi to every single one, it’s genuinely a good for me to go
    to see this site, it consists of priceless Information.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: