Beranda > Office News, Uncategorized > Harga Rumah Mungil Kian ‘Besar’

Harga Rumah Mungil Kian ‘Besar’

Jakarta – Kenaikan harga bahan bangunan dan tingginya upah pekerja membuat harga rumah terus naik. Kenaikan terbesar terjadi pada tipe rumah mungil.

Survei Harga Properti Residensial di 14 kota di Indonesia menunjukkan, indeks harga properti residensial pada triwulan I-2010 meningkat dengan indeks berada di level 133,72. Secara triwulanan, indeks harga naik 0,7%, sedikit lebih tinggi dari triwulan sebelumnya sebesar 0,69%.

“Hasil survei menunjukkan sebagian responden berpendapatan bahwa penyebab kenaikan harga properti residensial terutama berasal dari kenaikan harga bahan bangunan dan tingginya upah bekerja,” demikian hasil survei yang dikutip dari situs BI, Sabtu (8/5/2010).

Secara quarter to quarter (q to q), kenaikan harga tertinggi terjadi pada tipe rumah kecil yakni sebesar 0,81% selama kuartal I-2010. Berdasarkan wilayah, kenaikan harga paling tinggi terjadi di Bandar Lampung sebesar 1,14% terutama untuk rumah tipe menenagn (1,55%).

Khusus untuk wilayah jabodetabek dan Banten, kenaikan harga properti residensial selama triwulan I-2010 mencapai 0,72%, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 0,68%.

Sementara jika dilihat secara tahunan, kenaikan harga rumah kecil paling tinggi terjadi di Makassar. Kenaikan harga properti residensial secara tahunan tercatat sebesar 2,53%, lebih tinggi dibandingkan kenaikan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2,29%.

Berdasarkan tipe rumah, kenaikan tertinggi terjadi pada rumah tipe kecil 3,25%. Berdasarkan wilayah, kenaikan harga paling tinggi terjadi di Makassar sebesar 3,80%. Untuk wilayah Jabodetabek dan Banten, kenaikan harga properti residensial secara tahunan mencapai 2,92%, lebih rendah dibandingkan kenaikan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,24%.

Tingkat penjualan properti residensial pada triwulan I-2010 mengalami peningkatan sebesar 6,33%. Peningkatan penjualan properti residensial tersebut sejalan dengan tingginya tingkat permintaan rumah khususnya pada rumah tipe menengah yang mengalami kenaikan paling tinggi sebesar 15,63%.

Permintaan dan penawaran properti residensial relatif stabil, dengan rumah tipe menengah yang paling diminati.

KPR Masih Jadi Penopang Utama

Sebagian besar konsumen (74,0%) masih memilih Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) sebagai fasilitas utama dalam melakukan transaksi pembelian properti residensial pada seluruh tipe bangunan terutama tipe kecil (78,7%). Tingkat bunga KPR yang diberikan perbankan umumnya berkisar antara 11 dan 12%.

Di samping melalui fasilitas KPR, hasil survei menunjukkan bahwa sebanyak 18,1% konsumen memilih menggunakan fasilitas pembayaran secara tunai bertahap, dan sebagian kecil (7,0%) dilakukan dalam bentuk tunai (cash keras).

Dari sisi pengembang, mereka masih menggunakan dana internal perusahaan sebagai sumber utama pembiayaan pembangunan properti residensial pada triwulan I-2010 (49,3%). Diikuti oleh dana yang bersumber dari perbankan (34,7%) serta dana/uang muka pembayaran calon pembeli (13,1%).

detikfinance.com

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: